Sapta Dwikardana Penulis Buku Practical Handbook of Graphology

Hari ini 21 Februari 2017, sebanyak 181 orang memenuhi aula lantai 4 Gedung A Universitas Widyatama. Waktu 2 jam yang disiapkan terpakai dengan sebaik-baiknya dan 181 orang peserta dari Bedah buku tidak mau beranjak dari ruangan. Mengapa demikian? karena hari ini adalah kegiatan Beda Buku “Practical Handbook of Graphology” .

Penulis buku tersebut adalah  Sapta practical_handbook_of_graphology___sapta_dwikardana_Dwikardana merupakan ayah dari ISYANA SARASVATI yang berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas di Bandung, yakni Universitas Parahyangan dengan santai dan asyik memaparkan isi dari buku tersebut.

Buku tersebwhatsapp-image-2017-02-22-at-00-13-23ut menceritakan
karakteristik dasar dalam grafologi, faktor pendukung, serta penerapannya untuk mengetahui produktivitas, cara pandang diri, kemampuan interaksi sosial, serta emosi dan perasaan seseorang melalui tulisan tangannya. Buku ini juga mengungkapkan analisis tanda tangan dan ketidakjujuran dalam menulis.

Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. • Seperti apakah tulisan tangan yang mencerminkan tentang diri saya, tetapi tidak saya ketahui? • Apa yang dapat saya peroleh dari analisis tulisan tangan? • Bagaimana saya dapat belajar menggunakan analisis tulisan tangan? • Apakah kebenarannya hanya merupakan faktor kebetulan atau ada dukungan hasil uji ilmiah? Seberapakah akurasinya? Buku ini membuktikan bahwa grafologi merupakan alat yang sangat berharga untuk digunakan pada bidang-bidang: pemahaman diri sendiri, hubungan interpersonal, konseling, manajemen organiasi, pendidikan, hukum, dan kriminologi.

Graphology merupakan salah satu cabang ilmu yang juga digunakan untuk “membaca” karakter diri seseorang melalui bentuk tulisan tangan.

Menurut wikipedia, graphology adalahilmu yang mempelajari tentang tulisan tangan. Graphology berasal dari bahasa Yunani, yaitu grafo yang berarti saya menulis dan logos yang artinya ilmu.

Proses menulis sesungguhnya dimulai dari pikiran yang ada di otak manusia. Semua tulisan tangan awalnya adalah sebuah ide atau buah pemikiran yang kemudian dikomunikasikan melalui tulisan tangan.
Sementara itu, otak kita juga menyimpan berbagai macam emosi seperti harapan, ketakutan, kegembiraan, kecemasan, memori masa lalu sehingga apapun yang ada dipikiran dan dirasa baik secara sadar atau dibawah sadar akan terefleksi di tulisan tangan dalam bentuk tanda-tanda yang unik.

Ilmu Graphology menganggap bahwa tulisan tangan adalah pintu masuk menuju alam dibawah sadar seseorang. Alam sadar maupun bawah sadar seseorang akan menjadi pola dan membentuk karakter akan terbaca atau terdeteksi di tulisan tangan setiap individu. Kondisi mental dan fisik secara lengkap juga dapat diperoleh dari tulisan tangan.

Maka dengan menginterpretasikan tanda-tanda didalam sebuah tulisan, maka seluruh keunikan, potensi, minat dan bakat akan terlihat atau terbaca.

Melalui Graphology, seseorang dapat mengerti dirinya dan juga membantu untuk memahami orang lain.

Sumber :

  1. Wikipedia
  2. Kompasiana

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s